403 Forbidden


nginx

Pembangunan Sektor Pertanian Bermasalah Karena Kerusakan Tanah

Pembangunan Sektor Pertanian Bermasalah Karena Kerusakan Tanah

Pada dasarnya negara Indonesia memang termasuk sebagai sektor agraris yang memperoleh keuntungan utama dari bidang pertanian, perkebunan dan juga peternakan. Hanya saja dalam beberapa tahun ini sudah banyak alih fungsi lahan yang menyebabkan masalah pada sektor-sektor tersebut. Sehingga dampaknya juga berbahaya bagi perekonomian Indonesia kedepannya, ancaman yang sangat jelas bagi masyarakat yang hidup dari sumber penghasilan utama adalah sektor pertanian tersebut. Untuk itulah banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah guna pembangunan sektor pertanian tersebut.

Setiap ada pemerintahan yang baru pastilah berbagai macam upaya diusulkan untuk merubah keadaan pertanian di Indonesia yang saat ini sebenarnya sudah masuk dalam zona bahaya. Tak ada yang dapat memprediksikan bagaimana kedepannya. Masalah ini sebenarnya tak hanya dapat diatasi oleh pemerintah saja, melainkan juga kita sebagai pelaku tani adalah sumber utama untuk mengatasi hal tersebut.

Pembangunan pada sektor pertanian diupayakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sendiri, seperti diantaranya adalah ketercukupan kebutuhan pokok beras sehingga pemerintah sendiri tak harus mengimpor dari negara asing. Ia juga dapat dijadikan sebagai unit agar nantinya bahan pangan yang berasal dari Indonesia lah yang justru dapat masuk ke pasaran dunia. Salah satu hambatan tersebut sebenarnya adalah kerusakan lahan yang terjadi dimana-mana, diantara penyebabnya adalah:

  1. Penggunaan teknik budidaya tanaman yang salah, beberapa orang lebih senang menjadikan lahan mereka sebagai wilayah tanam musiman, artinya di musim hujan akan digunakan untuk bercocok tanam padi, sedangkan kemarau nantinya untuk lahan pertanian tembakau. Di satu sisi memang bagus untuk memanfaatkannya agar selalu ada produktivitas setiap musim. Namun pengelolaan secara ini juga semakin cepat mengurangi unsur kesuburan tanah dibandingkan dengan penggunaan untuk tanaman yang sama.
  2. Tercemar oleh limbah, bukan hal yang baru lagi jika sekarang ini ada banyak pabrik yang memanfaatkan lahar sekitar pertanian sebagai wilayah produksinya. Keberadaan yang kurang tersebut memicu berbagai masalah lingkungan, diantaranya adalah limbah tak bisa dibuang di tempat yang semestinya justru berakhir mencemari lahan pertanian tersebut, ini bukan masalah baru, semakin lama justru kian meningkat.
  3. Banyaknya alih fungsi lahan sebagai kawasan industri dan juga perumahan, tingkat pertumbuhan penduduk yang kian lama kian meningkat ini menyebabkan keberadaan lahan yang ada di Indonesia juga semakin menyempit. Mau tak mau mereka harus mulai memanfaatkan tanah pertanian sebagai tempat tinggal, tentunya ada alih fungsi tempat, kawasan yang dulunya subur dan dapat digunakan untuk bercocok tanah sekarang digunakan sebagai hunian.
  4. Keberadaan bencana alam, faktor alam juga tak boleh disalahkan, seperti diantaranya adalah kebakaran dan juga banjir, meskipun terlihat normal namun sebenarnya ini juga memiliki dampak yang kurang baik bagi keadaan lahan pertanian yang ada.
  5. Terlalu banyak menggunakan pupuk berbahan kimia, memang benar jika pemupukan bisa menyebabkan tumbuhan subur dan memberikan hasil terbaik dalam jangka waktu cepat, namun karena terlalu sering diberikan rangsangan dari bahan kimia lama kelamaan tanah juga menjadi manja dalam memproduksi humus untuk kebutuhan bercocok tanam secara alami.

Kesadaran diri sendiri untuk tak merusak lingkungan penting guna pembangunan sektor pertanian yang ada di dalam negeri. Satu hal penting yang harus diketahui adalah bumi tempat berpijak ini juga berpotensi untuk mengalami kerusakan, ia tak bisa selamanya bertahan lama jika tak dirawat dengan baik.

Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

Comments are closed.