403 Forbidden


nginx

Category: review

Kacamata Pintar Pesaing Google Milik Samsung Bakal Menggunakan Nama Galaxy Glass

Samsung Galaxy Glass

Samsung sudah cukup lama dirumorkan bakal meluncurkan kacamata pintar pesaing Google Glass. Dan kini, menurut laporan dari The Korea Times proses pengembangan kacamata pintar milik Samsung tersebut berjalan dengan baik. Bahkan kacamata pintar yang dikatakan bakal menggunakan nama Galaxy Glass itu akan diperkenalkan pada acara IFA 2014 yang berlangsung di Berlin.

Kacamata pintar milik Samsung itu pun memiliki fitur yang tak jauh berbeda dengan Google Glass. Fitur tersebut di antaranya adalah menghubungkan kacamata dengan perangkat lainnya, melakukan panggilan, mendengarkan musik, menampilkan pesan dan sebagainya.

Sumber internal Samsung mengatakan kalau kacamata pintar milik Smasung tersebut adalah sebuah konsep baru dalam segmen perangkat wearable. Sumber itu pun mengatakan kalau kacamata pintar tersebut akan memperlihatkan desain yang sangat atraktif. Dan karena kacamata pintar adalah sebuah aksesoris, maka desain luar menjadi hal yang sangat diperhatikan. Click 2 Tech.

Kamera ini Mampu Menangkap Gambar Tiap Detik Nonstop hingga 16 Jam sekali Charge

Kamera ini Mampu Menangkap Gambar Tiap Detik Nonstop hingga 16 Jam sekali Charge

Sebuah kamera bernama Blynk memiliki fitur yang sangat menarik. Kamera ini mempunyai desain yang mungil, seukuran dengan sebuah MP3 player. Namun meskipun berukuran kecil, kamera ini mampu digunakan untuk menangkap gambar setiap detik hingga 16 jam sekali charge.

Kamera ini memang didesain untuk mengambil foto pada interval waktu tertentu. Terdapat beberapa opsi rentang waktu yang tersedia, dari setiap detik, setiap dua detik, tiga detik, lima detik dan seterusnya.

Baterai kamera ini juga memiliki ketahanan jika digunakan dengan setting pengambilan gambar setiap detik selama 16 jam. Dan jika kamera ini digunakan dengan opsi pengaturan interval tiap lima detik, maka baterai kamera ini mampu bertahan hingga 56 jam.

Kamera ini hadir dengan memori internal sebesar 4GB dan baterai berkapasitas 400 mAh. Terdapat tiga pilihan yang tersedia, yakni hitam, biru serta pink. Mengenai harganya, kamera ini dipatok dengan banderol sebesar 129.95 USD. Click 2 Tech.

Review Nikon Df

Review Nikon Df

Kamera DSLR Full-frame sering menjadi idaman para pecinta fotografi serta para fotografer profesional. Dengan Nikon Df ingin menghadirkan sebuah kamera DSLR full-frame yang memiliki konsep yang berbeda dengan biasanya.

Konsep & Desain
Sebelumnya perlu diingat bahwa kami mengulas Nikon Df dari sudut pandang pecinta fotografi, sehingga ulasan mengenai hasil foto murni diuji dalam format JPEG. Dilihat dari sisi desain, Nikon Df mengadopsi filosofi desain FM-2 yang legendaris walaupun ada beberapa penyesuaian yang dilakukan Nikon. Desainnya amat ergonomis dan pas di tangan. Bodinya juga kokoh, berkat rangka magnesium alloy dan penyekat agar air hujan dan debu tidak masuk ke dalam bodinya.

Bahkan penutup baterai juga dibuat bergaya “retro”, dengan mekanisme putar sebagai pengunci. Walaupun ukurannya cukup besar, bobot Df cukup ringan dan tidak berbeda jauh dengan Nikon D7100. Sayangnya walaupun ukurannya cukup besar, grip yang diberikan cukup kecil sehingga kurang menyatu dengan tangan. Bodinya yang relatif ringan juga membuatnya kurang ideal saat dipasangkan dengan lensa yang panjang dan berat. Simak juga Review Blackberry Z30.

Fitur
Mengingat ini adalah kamera yang ditujukan bagi fotografer yang sudah cukup mahir, Anda hanya menemukan 4 mode pemotretan yaitu M, S, A, dan P yang diletakkan di atas LCD. Walaupun bergaya retro, Nikon Df telah dilengkapi AF drive motor sehingga dapat menemukan fokus otomatis saat menggunakan lensa AF-D atau lensa merek lain yang tidak dilengkapi motor. Bahkan Nikon Df juga kompatibel dengan lensa lama Nikon yang memiliki mount pre-Ai dan Ai-S.

Performa
Yang paling membuat kami kagum adalah hasil foto Df. Selain tajam, hasil foto JPEG Nikon Df hadir dengan warna yang cukup natural dengan saturasi yang cukup dan tidak berlebihan. Namun yang benar-benar patut diacungi jempol adalah noise di ISO tinggi yang amat bersih. Dari pengujian selama 1 minggu, saya menyimpulkan bahwa Nikon Df cukup aman untuk digunakan memotret hingga ISO 6400. Bahkan di setting ISO 12800 hingga 25600, hasil foto Nikon Df juga cukup bagus untuk dicetak cukup besar (mengacu pada hasil foto dalam format JPEG). Menakjubkan!

Kesimpulan
Nikon Df merupakan kamera digital yang cukup langka. Dengan kualitas foto kelas wahid serta desain bergaya retro, Nikon Df berhasil menggabungkan dunia fotografi analog dan digital. Konsep kembali ke fotografi murni yang lebih “lambat” seperti di era kamera film menjadi mantra Nikon untuk menjual Df. Ini juga terlihat dari keputusan Nikon yang menghilangkan fungsi perekaman video di Nikon Df. Untuk harganya, walaupun relatif murah, 30 juta rupiah masih cukup tinggi untuk sebuah kamera DSLR Full-Frame.

Jadi siapakah yang cocok untuk menyandang Df? Bagi Anda yang mementingkan hasil foto di berbagai kondisi cahaya dan menginginkan sebuah kamera DSLR Full-frame cantik tapi canggih, Nikon Df merupakan salah satu pilihan terbaik untuk saat ini. Bagi fotografer profesional dengan ritme kerja yang cukup santai, Nikon Df juga dapat diandalkan.

Review BlackBerry Z30

Review BlackBerry Z30

Tak bisa dimungkiri, kemunculan aplikasi BBM lintasplatform menjadi salah satu pemicu beralihnya sejumlah pengguna BlackBerry ke smartphone berbasis Android atau iOS. Tapi ini bukan berarti BlackBerry harus menyerah bersaing dengan para kompetitornya. Ini terbukti dengan munculnya BlackBerry Z30, phablet pertama milik BlackBerry.

Konsep Desain

BlackBerry Z30 mengusung garis desain yang mirip dengan Z10. Phablet berlayar 5 inci ini hadir dengan tampilan yang premium. Desain bodinya sangat solid dan memiliki bobot yang lumayan berat. Walau begitu, BlackBerry Z30 nyatanya sangat nyaman digenggam dan masih mudah jika dinavigasikan dengan satu tangan. Z30 hadir dengan layar berteknologi Super AMOLED dengan resolusi 1.280 x 720 pixel. Meski belum beresolusi Full HD seperti smartphone premium sekelasnya, layar Z30 masih mampu menyajikan tampilan yang tajam dengan warna relatif akurat berkat tingkat kerapatan pixel yang cukup tinggi, yakni 295ppi.

BlackBerry Z30 hadir dengan menganut konsep unibody yang artinya Anda tidak akan bisa melepas pasang baterainya. Tapi, penutup belakangnya yang bermotif karbon bisa dilepas pasang guna memasang kartu SIM atau kartu memori SD yang bersembunyi di panel belakangnya.

Sama seperti BlackBerry Z10, tidak banyak tombol yang bisa ditemukan di bodinya. Bagian atasnya hanya terdapat tombol power dan port audio jack 3,5 milimeter. Bagian kanan bodi terdapat tombol volume dan bagian kiri bodi hanya tersedia port micro USB dan micro HDMI. Baca juga Laptop Yang Bagus Untuk Main Game.

Performa

Bicara kinerja, BlackBerry Z30 bisa dibilang memiliki performa yang cukup buas. Smartphone ini ditenagai oleh prosesor dual-core Qualcomm S4 Pro yang berlari pada kecepatan 1,7GHz dengan dukungan chip grafis dari Adreno 320. Besaran RAM yang dimilikinya 2GB, sementara kapasitas ruang penyimpanan internalnya 16GB. Dengan spesifikasi tersebut, BlackBerry Z30 sanggup melahap tugas berat dengan sangat baik. Membuka 6 aplikasi sekaligus tidak membuat performanya menurun, berselancar di internet dengan membuka 10 tab pun sama sekali tidak terasa lag. Gemar main game? Game sekelas Real Racing 3 bisa dijalankan dengan sangat mulus di BlackBerry Z30. Sayangnya, spesifikasi Z30 ini memang terasa cukup sia-sia mengingat belum banyaknya aplikasi yang tersedia di BlackBerry AppWorld.

Kamera

Selain performa yang mengagumkan, Z30 juga mempunyai kamera utama dan depan yang hasilnya memuaskan. Kamera utamanya memiliki resolusi 8 megapixel dengan lensa berdiafragma F/2.2 dan kamera depan beresolusi 2 megapixel. Hasil fotonya tajam dengan tone warna yang akurat, baik pada pemotretan di dalam maupun luar ruangan. Sama seperti kamera BlackBerry Z10 dan Q10, Anda juga bisa menemukan fitur Time Scape dengan opsi pengaturan kamera yang tergolong standar. Opsi pengaturan kameranya hanya terdiri dari mode Shooting yang menyediakan pilihan Normal, Stabilization, Burst, dan HDR. Kemudian hadir opsi Scene yang terdiri dari Auto, Action, Whiteboard, Night, Beach, dan Snow. Satu hal yang menarik, Anda kini dapat menemukan opsi rasio aspek 1:1 untuk menghasilkan foto ala Instagram.

Multimedia

Bagi Anda yang gemar mendengarkan musik, BlackBerry Z30 dilengkapi dengan speaker yang amat baik. Saya cukup terpukau dengan kualitas suara yang dihasilkan karena memang di atas rata-rata smartphone sekelasnya. BlackBerry juga telah melengkapinya dengan fitur Headphone Audio Boost yang akan secara otomatis mendongkrak performa suaranya menjadi lebih bertenaga saat menggunakan headphone. Sayang, fitur Headphone Audio Boost tersebut tidak dilengkapi dengan opsi EO yang seharusnya bisa menjadi pelengkap aplikasi pemutar musik miliknya. Untuk mendukung file multimedia, Z30 bisa digunakan memutar file audio berformat MP3, file lagu tanpa kompresi format FLAC, dan memutar file video HD berformat MP4 dengan mulus.

Satu catatan yang menarik, kehadiran port micro HDMI pada BlackBerry Z30 juga berguna bila Anda sering melakukan presentasi. Jika layar monitor atau TV LCD yang dimiliki telah mendukung teknologi Wireless Display dari Miracast, Anda dapat menghubungkannya ke Z30 lewat koneksi Wireless untuk berbagi layar dengan lebih mudah.

Kesimpulan

Dari hasil pengujian, Z30 memang bisa dikatakan sebagai smartphone BlackBerry terbaik yang ada saat ini. Performanya yang sangat kencang, kamera dan performa suara speaker yang amat baik, serta kemampuan multimedia yang mumpuni berhasil menutupi kekurangannya di sektor aplikasi yang masih tergolong minim.

Dengan kemasan desain premium dan performanya yang oke, Z30 tentu bisa membangkitkan gairah siapa saja untuk kembali menggunakan BlackBerry. Apabila Anda tidak memusingkan aplikasi dan menginginkan smartphone canggih yang tidak pasaran, BlackBerry Z30 merupakan pilihan tepat dan sepadan dengan harganya yang dibanderol sebesar Rp7,9 juta. Click 2 Tech.