Homer - Responsive Admin Theme

Special Admin Theme for small and medium webapp with very clean and aesthetic style and feel.

404

Page Introuvable

Houla !!! Mais vous êtes complétement perdu...

Retour au tableau de bord

Category: Teknologi

Kamera Mirrorless Fujifilm X-PRO2 bakal Menggunakan Sensor APS-C, bukan Full Frame

Kamera Mirrorless Fujifilm X-PRO2

Pada akhir tahun lalu, Manajer Fujifilm Hiroshi Kawahara mengungkapkan kemungkinan penggunaan sensor full frame pada kamera mirrorless X-PRO2. Namun sebuah kabar terbaru yang diungkapkan oleh FujiRumors menunjukkan hal yang berbeda. Alih-alih memakai sensor full frame, Fujifilm X-PRO2 tersebut kemungkinan besar akan menggunakan sensor APS-C.

Menurut kabar tersebut, kemungkinan mengenai penggunaan sensor full frame pada kamera mirrorless ini sangatlah kecil. Belum ada informasi lebih detail mengenai rumor yang satu ini. Namun jika benar, maka keberadaan sensor APS-C pada kamera mirrorless terbaru ini pun memberikan keuntungan terlebih kepada mereka yang sudah berinvestasi memakai lensa Fujinon.

Kamera Fujifilm X-PRO2 merupakan suksesor dari X-PRO1. Kamera tersebut pertama kali diluncurkan oleh Fujifilm pada tahun 2012. Suksesor dari kamera X-PRO1 itu pun diharapkan bakal secara resmi hadir ke pasaran pada tahun ini. Mengenai spesifikasinya, kamera Fuji X-PRO2 diharapkan mempunyai sensor 16,3MP, viewfinder hibrid, layar LCD 3 inci serta fitur wide array.

Demikianlah Click 2 Tech kali ini semoga informasi tentang teknologi ini dapat bermanfaat bagi anda semua pecinta teknologi , gadget. Semoga artikel ini bisa membawa kemajuan di masa yang akan datang dengan hadirnya gadget-gadget yang dapat bermanfaat penting bagi hidup anda.

Teknologi 4K yang Memukau

Bagi anda yang berminat mencari 4K TV saat ini, saya sarankan anda mencari televisi Samsung terbaru yang berukuran 65 inchi. Termasuk salah satu jajaran televisi beresolusi 4K terbaik di pasaran saat ini. Karena memang tidak bisa dipungkiri Samsung menjadi pelopor dalam kemajuan teknologi yang lumayan pesat di tahun 2014. Produsen asal Korea tersebut memang ingin menaklukan dunia dengan jajaran teknologi mutakhir yang diciptakan untuk memanjakan para penggunanya. Salah satunya adalah televisi 4K yang mempunyai layar berbentuk curva alias agak melengkung.

Melihat televisi itu pertama kali seperti saya sedang menonton film di bioskop IMAX yang memang layarnya didesain agak melengkung sehingga penonton bisa merasakan pengalaman seperti berada di dalam film. Nampaknya Samsung mengadopsi teknologi tersebut supaya penonton di rumah pun bisa merasakan sensasi menonton seperti di bioskop IMAX. Hal ini harus didukung dengan sound system mumpuni pastinya, karena apalah artinya layar besar kalau suaranya kurang nendang.

Maka tidak heran majalah teknologi Tech Radar menobatkan Samsung sebagai salah satu produsen Full HD TV terbaik dari 10 merek lainnya yang cukup kompetitif. Samsung sendiri awalnya merajai dunia gadget dan smartphone, apalagi dengan dominasi smartphone Galaxy-nya. Nampaknya mereka ingin menguasai dunia dengan menghadirkan jajaran televisi-televisi canggihnya. Kita tunggu saja inovasi apalagi yang akan disajikan oleh Samsung nanti.

Modal Google untuk Membuat Kacamata Pintar Google Glass Ternyata Hanya 900 Ribu Rupiah

Modal Google untuk Membuat Kacamata Pintar Google Glass Ternyata Hanya 900 Ribu Rupiah

Kacamata pintar saat ini menjadi salah satu jenis perangkat wearable yang cukup unik dan bahkan sangat kontroversial. Hal ini karena di banyak negara bagian di Amerika Serikat, penggunaan Google Glass mendapatkan pembatasan cukup ketat. Selain itu, perangkat wearable ini juga dianggap salah satu penemuan yang revolusioner dan bisa membantu berbagai jenis aktivitas.

Sayangnya, tak semua orang bakal bisa menggunakan sebuah Google Glass. Hal ini karena harganya yang ternyata sangat mahal, yakni mencapai 1500 USD atau setara 17 juta rupiah. Namun apakah harga setinggi langit tersebut sudah sesuai dengan kualitas serta manfaat yang diberikan oleh Google Glass?

Teardown.com pun sedikit mempunyai jawabannya. Mereka baru saja membongkar perangkat wearable ini dan menemukan satu fakta yang menarik. Dalam pembongkaran tersebut, mereka menemukan bahwa untuk membangun satu unit perangkat Google Glass ini, Google ternyata hanya butuh biaya sebesar 79,78 USD atau sekitar 900 ribuan.

Bahkan dalam ajang pembongkaran tersebut, Teardown.com mengungkap kalau layar sentuh Google Glass ternyata hanya berharga senilai 5 USD. Di sisi lain, sempat pula ada publikasi lain dari Cina yang mengatakan kalau secara keseluruhan biaya bahan pembuatan Google Glass tak kurang dari 30 USD atau sekitar 340 ribu rupiah.

Persamaan dari dua laporan ini adalah, Google memiliki marjin keuntungan yang sangat tinggi untuk satu perangkat Google Glass. Mereka mungkin mempertimbangkan harga selisih yang melebihi angka 1000 USD sebagai angka pengembangan produk. Click 2 Tech.

Epson Luncurkan Kacamata Pintar Moverio BT-200 dengan Harga lebih Murah Ketimbang Google Glass

Epson Luncurkan Kacamata Pintar Moverio BT-200

Sebuah kacamata pintar terbaru diluncurkan oleh Epson yang bernama Moverio BT-200. Kacamata pintar ini merupakan suksesor dari pendahulunya, yakni Epson Moverio BT-100. Menariknya, kacamata pintar ini dipatok dengan harga yang jauh lebih murah ketimbang Google Glass.

Moverio BT-200 ini dilengkapi dengan kamera depan serta beberapa sensor. Kamera serta sensor tersebut digunakan untuk menghandle gerakan serta digunakan untuk penerapan augmented reality. Terdapat pula konektivitas WiFi serta Bluetooth pada kacamata ini.

Kacamata pintar ini juga diklaim mempunyai bobot 60 persen lebih ringan dibandingkan pendahulunya. Selain lebih ringan, Epson juga mempunyai ukuran lebih kecil dan memberikan tingkat kenyamanan lebih baik kepada para penggunanya.

Pihak Epson pun mengatakan kalau kacamata ini bisa dipakai dengan mudah. Bahkan baterainya mampu bertahan selama enam jam sekali pengisian. Kacamata ini pun bisa digunakan di berbagai kondisi, entah itu di dalam rumah, di jalan ataupun pada saat bekerja.

Mengenai harganya, kacamata pintar ini bisa didapatkan dengan harga sebesar 699 USD atau sekitar 8 juta rupiah. Click 2 Tech.

Samsung F8500 High-End Samsung

Samsung Full HD TV seri F8500 melanjutkan tradisi yang indah. HD TV yang satu ini mampu memberikan kualitas gambar terbaik yang pernah diuji dalam TV Samsung. Hal ini bukan keseluruhan dan cukup baik untuk dinobatkan sebagai televisi terbaik 2013 sebagaimana upaya Panasonic. Namun HD TV yang satu ini bukannya tidak menawarkan satu keuntungan besar dari sisi pencahayaannya. F8500 ini dapat menghasilkan gambar yang lebih terang dari TV plasma bersaing, yang dikombinasikan dengan layar anti reflective yang baik. Kemampuan HD TV yang satu ini menyebabkan kualitas gambar yang luar biasa dalam situasi high-ambient-light. Jika anda memiliki jenis kamar yang diperlukan cahaya berbasis LED di masa lalu, F8500 mungkin cukup terang untuk membuka pintu anda untuk plasma.

Karena ini adalah termasuk seri high-end Samsung TV, anda juga dapat mengharapkan jumlah besar sekali fitur, termasuk TV Suite all-new Smart yang bermain bagus dengan kotak kabel, serta built-in kamera dan mic untuk suara dan kontrol gerakan.

Kelemahan utama dari HD TV ini adalah harganya. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya dengan model seperti PNE6500 yang mengagumkan, yang merupakan TV ketiga favorit, Samsung memutuskan untuk tidak memproduksi plasma TV yang relatif murah namun HD TV kualitas premium-performing pada tahun 2013. Di sisi lain, bagi penggemar plasma dengan uang tunai untuk yang mendambakan LED seperti pukulan keras, F8500 adalah satu-satunya Full HD TV yang memegang permainan di kota.

Notebook Lenovo IdeaPad G50 Hadir dengan VGA Dedicated AMD Radeon M230 2GB

Notebook Lenovo IdeaPad G50

Sebuah notebook baru dari Lenovo yang ditujukan untuk keperluan multimedia dan game namun tetap dengan banderol tak terlalu mahal. Notebook tersebut adalah IdeaPad G50 yang hadir dengan desain premium.

Notebook ini hadir dengan bobot sebera 2.5 kilogram dan layar berukuran 15.6 inci beresolusi 1366 x 768 piksel. Untuk bagian dalamnya, pihak Lenovo menyediakan opsi prosesor hingga Intel Core i7 serta RAM hingga 16GB. Dengan kondisi seperti itu, maka notebook ini pun bisa digunakan untuk multitasking ataupun menjalankan software yang berat.

IdeaPad G50 juga menawarkan kapasitas penyimpanan hingga 1TB. Sebagai tambahan, notebook ini dilengkapi dengan VGA dedicated AMD Radeon M230 2GB. Berkat keberadaan VGA tersebut, notebook ini pun bisa digunakan untuk bermain game dengan tidak terlalu kesulitan.

Laptop ini juga mempunyai USB 3.0, USB 2.0, HDMI, VGA, card reader 2-in-1, serta jack audio. Notebook ini juga mempunyai keyboard yang menawarkan Accutype dan diklaim memberikan kenyamanan lebih pada saat mengetik. Di bagian depan juga terdapat webcam HD.

Belum ada pengumuman mengenai harga dari notebook ini. Namun kemungkinan besar kalau perangkat ini bakal dijual dengan harga mulai dari 400 USD. Click 2 Tech.

Ricoh Resmi Perkenalkan Kamera Pentax 645Z dengan Sensor CMOS 51.4MP dan ISO 200 Ribu

Ricoh Kamera Pentax 645Z

Kamera DSLR terbaru dari Ricoh kini telah resmi diumumkan, yakni Pentax 645Z. Dan seperti yang sebelumnya dirumorkan, kamera ini hadir dengan sensor CMOS 51.4MP, LCD berukuran besar serta range ISO hingga 204.800.

Kamera ini hadir dengan desain format medium dan menawarkan kemampuan untuk mengambil 3 frame per detik. Selain itu, gambar hasil jepretan kamera ini juga menawarkan resolusi yang tinggi. Lebih lanjut, kamera ini menggunakan prosesor PRIME III dan bisa menyimpan gambar dalam format RAW, TIFF serta JPEG.

Pentax 645Z yang dibangun berdasarkan 645D dan 645 ini mempunyai layar berukuran 3.2 inci serta viewfinder optik yang mencakup hingga 98 persen. Kamera ini juga menawarkan kemampuan shutter speed 1/4000 dan mereka hingga 1080/60i. VP Ekesekutif Ricoh, Jim Malcolm mengatakan bahwa kamera 645Z menawarkan para profesional sebuah perangkat dengan format medium namun menawarkan kualitas yang tinggi.

Pihak Ricoh pun kabarnya akan mulai memasarkan kamera ini pada bulan Juni mendatang. Mengenai harganya, body only dari kamera ini dijual dengan banderol sebesar 8499 USD atau sekitar 97 juta rupiah. Click 2 Tech.

Teknologi Virtual Reality akan Menggantikan Keberadaan Televisi

Teknologi Virtual Reality akan Menggantikan Keberadaan Televisi

Perkembangan teknologi virtual reality (VR) kini tengah berkembang sangat pesat. Tidak heran kalau Facebook rela mengeluarkan uang besar untuk mengakuisisi perusahaan pengembang teknologi ini, Oculus VR. Dan kini, founder dari Oculus VR Palmer Luckey pun mengungkapkan pendapatnya mengenai teknologi VR di masa mendatang.

Luckey mengatakan bahwa di masa depan, teknologi VR bakal menggantikan televisi tradisional yang saat ini ada di pasaran. Dibandingkan nonton film di televisi, para konsumen bakal bisa merasakan pengalaman yang lebih mengasyikkan jika menggunakan headset virtual reality seperti Oculus Rift.

Lebih lanjut, Luckey pun mengatakan bahwa TV berukuran raksasa 60 inci pun dianggapnya tidak efektif, terlebih karena biaya pengirimannya juga mahal. Headset VR pun dianggapnya mampu memberikan kelebihan lebih banyak dan bisa dibawa ke manapun dengan mudah.

Perkembangan menuju hal ini pun kini juga tengah dilakukan oleh sebuah perusahaan bernama Jaunt. Mereka mengatakan bahwa akan sesegera mungkin mendatangkan teknologi virtual reality yang bisa digunakan untuk menyaksikan film dan menggantikan televisi konvensional. Click 2 Tech.

Sigma Resmi Meluncurkan Dock USB untuk Lensa Pentax dan Sony

Sigma Resmi Meluncurkan Dock USB untuk Lensa Pentax dan Sony

Para pengguna kamera Sony dan Pentax kini bisa menikmati fitur yang sebelumnya telah ada pada kamera Nikon, Canon serta Sigma. Fitur tersebut adalah keberadaan dock USB yang memudahkan langkah untuk melakukan update ataupun pengaturan fokus pada lensa. Dan kini, fitur tersebut pun secara resmi bisa dinikmati oleh para pengguna kamera Sony dan Pentax.

Lensa terbaru dari Sigma pun kini kompatibel dengan dock USB. Pihak Sigma telah secara resmi mengumumkan keberadaan lensa tersebut, termasuk di antaranya adalah lensa 50mm f/1.4. Namun lensa tersebut akan secara resmi mulai dijual ke pasaran mulai tanggal 25 April mendatang.

Kamera Pentax K-mount juga kompatibel dengan lensa terbaru milik Sigma ini. Lensa-lensa yang kompatibel dengan produk dari Ricoh tersebut antara lain adalah 30mm F1.4 DC HSM “Art”, 35mm F1.4 DG HSM “Art,” 17-70mm F2.8-4 DC HSM “Contemporary,” 18-35mm F1.8 DC HSM “Art” dan 18-200mm F3.5-6.3 DC Macro OS HSM “Contemporary.”

Sebagai tambahan, pihak Sigma juga meluncurkan versi baru 1.2.0 dari software Sigma Optimization Pro. Update tersebut akan mulai diluncurkan pada 18 April. Click 2 Tech.

Sonos Play:1, Speaker Wireless Sarat Fitur Seharga Rp2 Jutaan

Sonos Play 1, Speaker Wireless Sarat Fitur Seharga Rp2 Jutaan

Bila Anda termasuk orang-orang yang sempat mengurungkan niat membeli wireless speaker karena harganya yang cukup mahal, produk terbaru keluaran Sonos yang dinamai Play:1 ini mungkin bisa dipertimbangkan.

Speaker datang dengan desain minimalis karena hanya menyertakan 3 tombol fisik yang terdiri dari power, play/pause, dan volume control. Speaker berbentuk kotak dengan sudut membulat ini juga memiliki dimensi yang tidak terlalu besar. Dengan tingginya yang hanya sekitar 16 sentimeter dan lebar 11 sentimeter, speaker bisa Anda tempatkan di atas meja yang ada di samping tempat tidur atau meja kerja.

Untuk performa, Sonos menyematkan 2 buah driver yang terdiri dari 1 buah driver mid-woofer berukuran 9 sentimeter dan sebuah tweeter. Agar dapat menyajikan hentakan bass yang cukup kuat, Sonos membenamkan 2 buah amplifier digital Class-D untuk mendorong masing-masing driver. Hasilnya, Sonos mengklaim bahwa speaker wireless Play:1 mampu menyajikan suara yang jernih, kuat, dan akurat pada setiap rentang volume.

Jika Anda kurang puas dengan suara yang dihasilkan oleh satu buah Play:1, Anda dapat menambahkan satu lagi speaker Play:1 untuk konfigurasi stereo Hi-Fi. Selain itu, berkat kemampuan membaca frekuensi Wi-Fi, sepasang Sonos Play:1 juga dapat Anda sandingkan dengan sound bar dan subwoofer untuk mendapatkan sound system 5.1 channel.

Tak cukup hanya menawarkan kualitas suara dan fleksibilitas konfigurasi, Sonos Play:1 juga dapat terkoneksi dengan gadget berbasis Android dan iOS melalui aplikasi yang dapat diunduh langsung dari toko aplikasi miliki Google dan Apple itu. Dengan demikian Sonos Play:1 dapat Anda gunakan untuk streaming lagu tanpa henti melalui layanan musik, seperti TuneIn, Spotify, dan Pandora. Streaming dapat dilakukan dengan menggunakan koneksi lewat gadget atau langsung menghubungkan Play:1 ke jaringan internet lewat koneksi port LAN RJ45 di bagian belakang.

Sonos Play:1 sanggup membaca file musik dengan format mulai dari MP3, WMA, AAC, AAC+, OGG Vorbis, AIFF, WAV, FLAC (Free Lossless Audio Codec), dan ALAC (Apple Lossless Audio Code). Untuk para audiophile yang ingin mendengarkan lagu dengan bit rate dan sampling di atas 44,1kHz, Sonos Play:1 juga mampu membaca file musik dengan sampling rate mulai 8kHz hingga 48kHz.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, seluruh fitur dan kecanggihan Play:1 dapat Anda nikmati dengan harga yang relatif terjangkau. Sonos mematok harga US$199 atau sekitar Rp2,2 juta. Tertarik? Informasi lebih lanjut dan prosedur pembelian dapat Anda lihat langsung di laman resmi Sonos. Click 2 Tech.