Tagged: informasi teknologi

Tablet HTC Nexus 9

Tablet HTC Nexus 9

Rumor yang tengah santer saat ini adalah mengenai pengembangan sebuah tablet Nexus yang dilakukan oleh HTC. Tablet tersebut diperkirakan mempunyai kode nama Volantis. Dan kini, akun Twitter @evleaks membocorkan sedikit informasi spesifikasi dari tablet Android tersebut.

@evleaks mengungkapkan kalau pihak HTC saat ini tengah melakukan pengujian tablet Nexus terbaru ini dengan menggunakan prosesor Snapdragon 810. Namun tablet tersebut tidak akan dipasarkan oleh HTC kepada publik. Sebagai gantinya, HTC memilih untuk menyematkan prosesor NVidia Tegra K1 64-bit pada tablet tersebut.

Selanjutnya, tablet yang digadang-gadang bakal mempunyai layar berukuran 8,9 inci ini akan hadir dengan RAM sebesar 5GB. Untuk yang satu ini, @evleaks memberikan catatan kalau versi tersebut masih belum final. Selain itu, layar 8,9 inci dari tablet ini akan mempunyai resolusi 2560 x 1600 piksel. Walau untuk saat ini pihak HTC tengah menguji tablet Nexus Volantis dengan resolusi 1680 x 1050 piksel.

@evleaks juga menyebutkan keberadaan kamera utama 5MP di bagian belakangnya. Namun ada kemungkinan kalau pihak HTC akan mengupgrade kamera tersebut menjadi 8MP pada saat penjualannya. Demikianlah Click 2 Tech kali ini. Semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Meningkatkan Kualitas Performa Kamera Smartphone Windows Phone

Meningkatkan Kualitas Performa Kamera Smartphone Windows Phone

Smartphone Windows Phone Nokia Lumia 1020 saat ini merupakan produk handphone kamera terbaik yang ada di pasaran. Dan nampaknya di masa mendatang kualitas kamera yang ada pada handphone Windows Phone bakal semakin meningkat. Terlebih saat ini Microsoft telah menjalin kerjasama sharing hak paten dengan canon yang dikenal sebagai salah satu produsen kamera dunia.

Kedua perusahaan sebenarnya telah terlibat kerjasama seperti ini sejak lama. Namun, menurut laporran dari Slashgear, kerjasama yang terbaru ini secara khusus mencakup segmen certain digital imaging and mobile consumer products. Dengan begitu, maka kedua divisi R&D dari kedua perusahaan akan bisa memperoleh informasi satu sama lain.

Pihak Microsoft ataupun Canon tidak menjelaskan secara rinci tujuan dari kerjasama sharing hak paten ini. Namun spekulasi yang beredar memperkirakan kalau Microsoft bakal menggunakan teknologi imaging milik canon untuk memperkuat teknologi PureView yang dulunya dipunyai oleh Nokia dan kini berada di tangan Microsoft.

Bagi Canon, langkah kerjasama ini juga bisa menjadi langkah maju tersendiri. Mereka kemungkinan bisa menggunakan teknologi milik Microsoft  untuk mengintegrasikan Windows Phone pada perangkat kamera miliknya. Bahkan bisa juga mereka memutuskan untuk menyaingi produk kamera pintar Galaxy Camera milik Brand ternama Samsung. Demikianlah sedikit informasi teknologi Click 2 Tech. Semoga bermanfaat bagi anda semua para pecinta teknologi.

Earth Rider Radio Control Yang Bisa Dijalankan Melalui Air, Udara maupun Darat

Earth Rider Radio Control

Sebuah mainan radio control yang bisa dijalankan di udara tentu sudah banyak. Pun halnya yang dimainkan di air atau di darat. Namun bagaimana jadinya kalau sebuah mainan RC yang bisa dimainkan di tiga medan berbeda itu? Jawabannya adalah sebuah mainan radio control buatan Takara Tomy bernama Earth Rider RC.

Perbedaan mainan ini dibandingkan mainan lainnya adalah pada kemampuannya yang bisa digunakan di tiga medan sekaligus, baik udara, darat ataupun air. Publik pun berkesempatan untuk mengetahui performa mainan ini dalam acara Tokyo Toy Show yang berlangsung di Jepang.

Dalam pameran tersebut, mainan ini diperlihatkan memiliki kemampuan untuk terbang berkat adanya baling-baling pada bagian atasnya. Mainan ini juga mempunyai roda dengan ketinggian yang cukup dan memungkinkannya untuk melintasi medan berair dengan aman tanpa harus membahayakan komponen elektronik di dalamnya.

Bentuknya pun memudahkan pemakaian radio control ini. Terutama karena tidak adanya peralihan mode pada saat melewati medan yang berbeda. Earth Rider ini juga punya bobot ringan, sekitar 50 gram dan menggunakan enam baterai AA. Mengenai harganya, mainan ini dibanderol dengan harga sekitar 1 juta rupiah. Click 2 Tech.

Game Vice Dari WikiPad Hadirkan Kontroler Game Untuk iPad Mini

Game Vice Dari WikiPad Hadirkan Kontroler Game Untuk iPad Mini

WikiPad dikenal sebagai salah satu produsen tablet Android yang secara khusus ditujukan untuk para gamer. Kini, mereka berupaya untuk tak hanya menyediakan pengalaman bermain game secara nyaman kepada para pengguna Android, melainkan juga kepada para pemilik tablet berbasis iOS.

Mereka pun baru saja merilis kontroler game yang secara khusus ditujukan untuk pemilik iPad mini. Kontroler game bernama Gamevice tersebut bisa digunakan pada iPad mini dengan mudah, cukup hanya menempelkannya maka aksesoris ini secara langsung bisa digunakan.

Kontroler game ini dilengkapi dengan dua stik analog, tombol serta sebuah D-Pad. Terdapat dua model Gamevice yang diluncurkan oleh Wikipad. Namun keduanya sama-sama ditujukan untuk para pengguna iPad mini. Model lainnya mempunyai desain tombol yang sama, namun dilengkapi dengan baterai berukuran kecil. Berkat baterai itu, maka Gamevice bisa juga dipakai sebagai baterai eksternal.

Belum ada pengumuman mengenai harga jual dari kontroler game ini. Pihak WikiPad pun berencana untuk meluncurkan aksesoris ini ke pasaran dalam waktu dekat.

Demikianlah seputar informasi tentang teknologi Click 2 Tech. Semoga bermanfaat untuk anda para pecinta teknologi khususnya para pecinta Game di dunia.

ZTE FunBox Android

ZTE FunBox Android

Perkembangan dunia mobile kini tak hanya terjadi pada perangkat smartphone dan tablet. Konsol game pun juga mendapatkan dampak positif dari perkembangan tersebut. Dan kini, sebuah konsol game terbaru bernama ZTE FunBox baru saja secara resmi mulai dijual di Cina.

Konsol ini hadir dengan kualitas yang tidak sembarangan. Di dalamnya, terdapat prosesor quad core ARM Cortex A15 yang ditunjang oleh memori internal 8GB. Konsol game ini juga dilengkapi dengan dua port USB, HDMI, jack Ethernet serta slot microSD.

FunBox ini hadir dengan sistem operasi Android Jelly Bean 4.3. Tak hanya bisa digunakan untuk bermain game, namun konsol game ini juga bisa digunakan untuk menjalankan aplikasi Android. Sebagai tambahan, FunBox ini mempunyai dukungan terhadap video 4K serta WiFi dual band.

ZTE melengkapi konsol game ini dengan kontroler wireless. Mengenai harganya, konsol ini sudah terdapat di beberapa toko online Cina dengan banderol sebesar 159 USD atau 1,8 juta rupiah. Click 2 Tech.

Samsung Mengembangkan Headset Virtual Reality Sendiri

Samsung Mengembangkan Headset Virtual Reality Sendiri

Teknologi virtual reality (VR) saat ini tengah booming. Dimulai dari pengembangan headset Oculus Rift, beberapa perusahaan lain pun turut mengikut langkah serupa. Dan yang paling baru, produsen smartphone terbesar dunia, Samsung ternyata juga memiliki minat tinggi dalam meluncurkan produk headset VR.

Menurut laporan dari Engadget, headset VR milik Samsung tersebut bakal diluncurkan pada tahun ini. Perangkat tersebut pun kabarnya bakal bisa digunakan secara bersamaan dengan smartphone Galaxy series. Prototipe itu pun bahkan kini sudah berada di tangan developer. Selanjutnya, untuk versi akhir dari headset itu bakal bisa digunakan pada penerus dari Galaxy S5.

Headset tersebut kabarnya bakal menggunakan layar OLED dengan kualitas yang setara atau bahkan lebih baik dibandingkan Oculus Rift. Tidak ada informasi mengenai jenis koneksi yang dibutuhkan oleh headset ini untuk dihubungkan dengan perangkat Samsung. Headset tersebut pun bakal secara khusus dibuat untuk bermain game.

Selanjutnya, pihak Samsung pun bahkan sudah mempertimbangkan mengenai harga dari headset itu. Kemungkinan besar headset VR Samsung itu dipatok dengan banderol yang kompetitif, lebih rendah dibandingkan Oculus Rift ataupun headset VR milik Sony. Click 2 Tech.

Motorola Moto 360 Smartwatch dengan OS Android Wear Kabarnya akan Diluncurkan di Bulan Juli

Motorola Moto 360 Smartwatch dengan OS Android Wear Kabarnya akan Diluncurkan di Bulan Juli

Perusahaan produsen smartphone yang pernah menjadi milik Google, Motorola Mobility, kabarnya tengah mengembangakan sebuah jam tangan pintar bernama Moto 360 Smartwatch. Kabar keberadaan jam tangan pintar ini diungkapkan oleh sebuah situs Perancis Journaldugeek seperti dikutip dari Pocket-lint.

Menurut informasi tersebut, jam tangan pintar ini akan hadir dengan sistem operasi Android Wear yang telah didesain Google secara khusus untuk perangkat wearable. Jam tangan pintar ini pun dikabarkan akan secara resmi diperkenalkan kepada publik pada bulan Juli mendatang dengan harga sebesar 249 poundsterling atau setara 4,8 juta rupiah.

Terlihat cukup mahal memang untuk sebuah perangkat wearable. Namun inforasi harga dari jam tangan pintar ini bisa saja salah. Mengenai tampilannya, Moto 360 ini dikabarkan bakal hadir dengan layar sentuh berbentuk bulat dengan strap yang bisa dilepas. Pilihan strap yang digunakan pun beragam, dari warna hitam, abu-abu hingga biru muda.

Dan karena menggunakan sistem operasi Android Wear, smartwatch ini pun mempunyai cara penggunaan yang mudah. Cukup mengucapkan perintah suara, maka smartwatch ini akan bisa mengerti. Click 2 Tech.

Kamera Mirrorless Fujifilm X-PRO2 bakal Menggunakan Sensor APS-C, bukan Full Frame

Kamera Mirrorless Fujifilm X-PRO2

Pada akhir tahun lalu, Manajer Fujifilm Hiroshi Kawahara mengungkapkan kemungkinan penggunaan sensor full frame pada kamera mirrorless X-PRO2. Namun sebuah kabar terbaru yang diungkapkan oleh FujiRumors menunjukkan hal yang berbeda. Alih-alih memakai sensor full frame, Fujifilm X-PRO2 tersebut kemungkinan besar akan menggunakan sensor APS-C.

Menurut kabar tersebut, kemungkinan mengenai penggunaan sensor full frame pada kamera mirrorless ini sangatlah kecil. Belum ada informasi lebih detail mengenai rumor yang satu ini. Namun jika benar, maka keberadaan sensor APS-C pada kamera mirrorless terbaru ini pun memberikan keuntungan terlebih kepada mereka yang sudah berinvestasi memakai lensa Fujinon.

Kamera Fujifilm X-PRO2 merupakan suksesor dari X-PRO1. Kamera tersebut pertama kali diluncurkan oleh Fujifilm pada tahun 2012. Suksesor dari kamera X-PRO1 itu pun diharapkan bakal secara resmi hadir ke pasaran pada tahun ini. Mengenai spesifikasinya, kamera Fuji X-PRO2 diharapkan mempunyai sensor 16,3MP, viewfinder hibrid, layar LCD 3 inci serta fitur wide array.

Demikianlah Click 2 Tech kali ini semoga informasi tentang teknologi ini dapat bermanfaat bagi anda semua pecinta teknologi , gadget. Semoga artikel ini bisa membawa kemajuan di masa yang akan datang dengan hadirnya gadget-gadget yang dapat bermanfaat penting bagi hidup anda.

Modal Google untuk Membuat Kacamata Pintar Google Glass Ternyata Hanya 900 Ribu Rupiah

Modal Google untuk Membuat Kacamata Pintar Google Glass Ternyata Hanya 900 Ribu Rupiah

Kacamata pintar saat ini menjadi salah satu jenis perangkat wearable yang cukup unik dan bahkan sangat kontroversial. Hal ini karena di banyak negara bagian di Amerika Serikat, penggunaan Google Glass mendapatkan pembatasan cukup ketat. Selain itu, perangkat wearable ini juga dianggap salah satu penemuan yang revolusioner dan bisa membantu berbagai jenis aktivitas.

Sayangnya, tak semua orang bakal bisa menggunakan sebuah Google Glass. Hal ini karena harganya yang ternyata sangat mahal, yakni mencapai 1500 USD atau setara 17 juta rupiah. Namun apakah harga setinggi langit tersebut sudah sesuai dengan kualitas serta manfaat yang diberikan oleh Google Glass?

Teardown.com pun sedikit mempunyai jawabannya. Mereka baru saja membongkar perangkat wearable ini dan menemukan satu fakta yang menarik. Dalam pembongkaran tersebut, mereka menemukan bahwa untuk membangun satu unit perangkat Google Glass ini, Google ternyata hanya butuh biaya sebesar 79,78 USD atau sekitar 900 ribuan.

Bahkan dalam ajang pembongkaran tersebut, Teardown.com mengungkap kalau layar sentuh Google Glass ternyata hanya berharga senilai 5 USD. Di sisi lain, sempat pula ada publikasi lain dari Cina yang mengatakan kalau secara keseluruhan biaya bahan pembuatan Google Glass tak kurang dari 30 USD atau sekitar 340 ribu rupiah.

Persamaan dari dua laporan ini adalah, Google memiliki marjin keuntungan yang sangat tinggi untuk satu perangkat Google Glass. Mereka mungkin mempertimbangkan harga selisih yang melebihi angka 1000 USD sebagai angka pengembangan produk. Click 2 Tech.

Epson Luncurkan Kacamata Pintar Moverio BT-200 dengan Harga lebih Murah Ketimbang Google Glass

Epson Luncurkan Kacamata Pintar Moverio BT-200

Sebuah kacamata pintar terbaru diluncurkan oleh Epson yang bernama Moverio BT-200. Kacamata pintar ini merupakan suksesor dari pendahulunya, yakni Epson Moverio BT-100. Menariknya, kacamata pintar ini dipatok dengan harga yang jauh lebih murah ketimbang Google Glass.

Moverio BT-200 ini dilengkapi dengan kamera depan serta beberapa sensor. Kamera serta sensor tersebut digunakan untuk menghandle gerakan serta digunakan untuk penerapan augmented reality. Terdapat pula konektivitas WiFi serta Bluetooth pada kacamata ini.

Kacamata pintar ini juga diklaim mempunyai bobot 60 persen lebih ringan dibandingkan pendahulunya. Selain lebih ringan, Epson juga mempunyai ukuran lebih kecil dan memberikan tingkat kenyamanan lebih baik kepada para penggunanya.

Pihak Epson pun mengatakan kalau kacamata ini bisa dipakai dengan mudah. Bahkan baterainya mampu bertahan selama enam jam sekali pengisian. Kacamata ini pun bisa digunakan di berbagai kondisi, entah itu di dalam rumah, di jalan ataupun pada saat bekerja.

Mengenai harganya, kacamata pintar ini bisa didapatkan dengan harga sebesar 699 USD atau sekitar 8 juta rupiah. Click 2 Tech.