Tagged: lifestyle

ZTE FunBox Android

ZTE FunBox Android

Perkembangan dunia mobile kini tak hanya terjadi pada perangkat smartphone dan tablet. Konsol game pun juga mendapatkan dampak positif dari perkembangan tersebut. Dan kini, sebuah konsol game terbaru bernama ZTE FunBox baru saja secara resmi mulai dijual di Cina.

Konsol ini hadir dengan kualitas yang tidak sembarangan. Di dalamnya, terdapat prosesor quad core ARM Cortex A15 yang ditunjang oleh memori internal 8GB. Konsol game ini juga dilengkapi dengan dua port USB, HDMI, jack Ethernet serta slot microSD.

FunBox ini hadir dengan sistem operasi Android Jelly Bean 4.3. Tak hanya bisa digunakan untuk bermain game, namun konsol game ini juga bisa digunakan untuk menjalankan aplikasi Android. Sebagai tambahan, FunBox ini mempunyai dukungan terhadap video 4K serta WiFi dual band.

ZTE melengkapi konsol game ini dengan kontroler wireless. Mengenai harganya, konsol ini sudah terdapat di beberapa toko online Cina dengan banderol sebesar 159 USD atau 1,8 juta rupiah. Click 2 Tech.

Samsung Mengembangkan Headset Virtual Reality Sendiri

Samsung Mengembangkan Headset Virtual Reality Sendiri

Teknologi virtual reality (VR) saat ini tengah booming. Dimulai dari pengembangan headset Oculus Rift, beberapa perusahaan lain pun turut mengikut langkah serupa. Dan yang paling baru, produsen smartphone terbesar dunia, Samsung ternyata juga memiliki minat tinggi dalam meluncurkan produk headset VR.

Menurut laporan dari Engadget, headset VR milik Samsung tersebut bakal diluncurkan pada tahun ini. Perangkat tersebut pun kabarnya bakal bisa digunakan secara bersamaan dengan smartphone Galaxy series. Prototipe itu pun bahkan kini sudah berada di tangan developer. Selanjutnya, untuk versi akhir dari headset itu bakal bisa digunakan pada penerus dari Galaxy S5.

Headset tersebut kabarnya bakal menggunakan layar OLED dengan kualitas yang setara atau bahkan lebih baik dibandingkan Oculus Rift. Tidak ada informasi mengenai jenis koneksi yang dibutuhkan oleh headset ini untuk dihubungkan dengan perangkat Samsung. Headset tersebut pun bakal secara khusus dibuat untuk bermain game.

Selanjutnya, pihak Samsung pun bahkan sudah mempertimbangkan mengenai harga dari headset itu. Kemungkinan besar headset VR Samsung itu dipatok dengan banderol yang kompetitif, lebih rendah dibandingkan Oculus Rift ataupun headset VR milik Sony. Click 2 Tech.

Sigma Resmi Meluncurkan Dock USB untuk Lensa Pentax dan Sony

Sigma Resmi Meluncurkan Dock USB untuk Lensa Pentax dan Sony

Para pengguna kamera Sony dan Pentax kini bisa menikmati fitur yang sebelumnya telah ada pada kamera Nikon, Canon serta Sigma. Fitur tersebut adalah keberadaan dock USB yang memudahkan langkah untuk melakukan update ataupun pengaturan fokus pada lensa. Dan kini, fitur tersebut pun secara resmi bisa dinikmati oleh para pengguna kamera Sony dan Pentax.

Lensa terbaru dari Sigma pun kini kompatibel dengan dock USB. Pihak Sigma telah secara resmi mengumumkan keberadaan lensa tersebut, termasuk di antaranya adalah lensa 50mm f/1.4. Namun lensa tersebut akan secara resmi mulai dijual ke pasaran mulai tanggal 25 April mendatang.

Kamera Pentax K-mount juga kompatibel dengan lensa terbaru milik Sigma ini. Lensa-lensa yang kompatibel dengan produk dari Ricoh tersebut antara lain adalah 30mm F1.4 DC HSM “Art”, 35mm F1.4 DG HSM “Art,” 17-70mm F2.8-4 DC HSM “Contemporary,” 18-35mm F1.8 DC HSM “Art” dan 18-200mm F3.5-6.3 DC Macro OS HSM “Contemporary.”

Sebagai tambahan, pihak Sigma juga meluncurkan versi baru 1.2.0 dari software Sigma Optimization Pro. Update tersebut akan mulai diluncurkan pada 18 April. Click 2 Tech.

Sonos Play:1, Speaker Wireless Sarat Fitur Seharga Rp2 Jutaan

Sonos Play 1, Speaker Wireless Sarat Fitur Seharga Rp2 Jutaan

Bila Anda termasuk orang-orang yang sempat mengurungkan niat membeli wireless speaker karena harganya yang cukup mahal, produk terbaru keluaran Sonos yang dinamai Play:1 ini mungkin bisa dipertimbangkan.

Speaker datang dengan desain minimalis karena hanya menyertakan 3 tombol fisik yang terdiri dari power, play/pause, dan volume control. Speaker berbentuk kotak dengan sudut membulat ini juga memiliki dimensi yang tidak terlalu besar. Dengan tingginya yang hanya sekitar 16 sentimeter dan lebar 11 sentimeter, speaker bisa Anda tempatkan di atas meja yang ada di samping tempat tidur atau meja kerja.

Untuk performa, Sonos menyematkan 2 buah driver yang terdiri dari 1 buah driver mid-woofer berukuran 9 sentimeter dan sebuah tweeter. Agar dapat menyajikan hentakan bass yang cukup kuat, Sonos membenamkan 2 buah amplifier digital Class-D untuk mendorong masing-masing driver. Hasilnya, Sonos mengklaim bahwa speaker wireless Play:1 mampu menyajikan suara yang jernih, kuat, dan akurat pada setiap rentang volume.

Jika Anda kurang puas dengan suara yang dihasilkan oleh satu buah Play:1, Anda dapat menambahkan satu lagi speaker Play:1 untuk konfigurasi stereo Hi-Fi. Selain itu, berkat kemampuan membaca frekuensi Wi-Fi, sepasang Sonos Play:1 juga dapat Anda sandingkan dengan sound bar dan subwoofer untuk mendapatkan sound system 5.1 channel.

Tak cukup hanya menawarkan kualitas suara dan fleksibilitas konfigurasi, Sonos Play:1 juga dapat terkoneksi dengan gadget berbasis Android dan iOS melalui aplikasi yang dapat diunduh langsung dari toko aplikasi miliki Google dan Apple itu. Dengan demikian Sonos Play:1 dapat Anda gunakan untuk streaming lagu tanpa henti melalui layanan musik, seperti TuneIn, Spotify, dan Pandora. Streaming dapat dilakukan dengan menggunakan koneksi lewat gadget atau langsung menghubungkan Play:1 ke jaringan internet lewat koneksi port LAN RJ45 di bagian belakang.

Sonos Play:1 sanggup membaca file musik dengan format mulai dari MP3, WMA, AAC, AAC+, OGG Vorbis, AIFF, WAV, FLAC (Free Lossless Audio Codec), dan ALAC (Apple Lossless Audio Code). Untuk para audiophile yang ingin mendengarkan lagu dengan bit rate dan sampling di atas 44,1kHz, Sonos Play:1 juga mampu membaca file musik dengan sampling rate mulai 8kHz hingga 48kHz.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, seluruh fitur dan kecanggihan Play:1 dapat Anda nikmati dengan harga yang relatif terjangkau. Sonos mematok harga US$199 atau sekitar Rp2,2 juta. Tertarik? Informasi lebih lanjut dan prosedur pembelian dapat Anda lihat langsung di laman resmi Sonos. Click 2 Tech.

Creative Sound Blaster ROAR: Wireless Speaker Portabel dengan 5 Driver

Creative Sound Blaster ROAR

Kebanyakan wireless speaker portabel hanya dibekali dengan 1 atau 2 driver. Namun berbeda dengan Creative Sound Blaster ROAR. Wireless speaker portabel yang satu ini hadir dengan 5 driver sehingga kualitas suara yang dihasilkan lebih baik.

Tiap driver yang ada pada Creative Sound Blaster Roar memiliki fungsi yang berlainan. Satu buah driver yang diposisikan menghadap atas mempunyai fungsi khusus untuk mengeluarkan hentakan bass atau low yang kuat. Dua driver yang diletakkan berlawanan arah secara horizontal bertugas menghantarkan suara mid. Sementara 2 driver terakhir yang hadap depan memastikan dentingan suara high dapat direproduksi dengan baik.

Berbekal penggunaan 5 driver ini, Creative Sound Blaster Roar mampu mengeluarkan suara yang jernih dan berimbang antara masing-masing elemen musik seperti bass, mid dan high.

Biarpun mempunyai 5 buah driver di dalamnya, dimensi yang dimiliki tidak terlalu besar, yakni 5,7 x 20,2 x 11,5 sentimeter. Sementara bobotnya sekitar 1,1 kilogram.

Untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan dari penggunanya, wireless speaker portabel ini dilengkapi dengan berbagai fitur seperti Roar Audio Power yang akan meningkatkan kekuatan suara tanpa distorsi berlebih, voice recording terintegrasi, dan speaker teleconferencing yang akan memudahkan saat pengguna ingin melakukan panggilan telekonferensi.

Soal konektivitas, Creative Sound Blaster Roar dilengkapi dengan NFC, Bluetooth, jack audio aux-in 3,5 milimeter dan juga selot pembaca kartu memori microSD. Seperti layaknya sebuah speaker portabel, Creative juga melengkapi Sound Blaster Roar dengan baterai berkapasitas 6.000mAh yang mampu memasok daya hingga 8 jam nonstop.

Dengan semua kemampuannya itu, Creative Sound Blaster ROAR dipasarkan pada harga sekitar Rp2,2 juta.

Ingin memiliki wireless speaker portabel terbaru dari Creative ini Click 2 Tech? Harap bersabar, karena belum ada informasi tentang waktu penjualannya.

Apple Berencana untuk Mengupdate MacBook Air 12 Inci dengan Trackpad tanpa Tombol

MacBook Air 12 Inci

Sebuah MacBook Air 12 inci dengan desain baru sepertinya akan diluncurkan oleh Apple dalam waktu dekat. MacBook Air itu pun akan memiliki beberapa perubahan dibandingkan model sebelumnya. Di antaranya adalah tidak adanya kipas serta memakai trackpad buttonless.

Tidak adanya kipas bukan berarti membuat MacBook Air 12 inci tersebut bakal cepat panas. Belum ada informasi secara detail mengenai hal ini. Namun Apple kemungkinan bakal memanfaatkan pendinginan alami dengan mengatur aliran udara untuk menjaga agar perangkat tidak over heat.

Selanjutnya, MacBook Air terbaru juga dikatakan tidak memiliki trackpad yang memiliki tombol mekanik. Trackpad tersebut pun sepenuhnya memanfaatkan gerakan ataupun tekanan dari tangan seperti yang dijumpai pada iPad ataupun iPhone.

MacBook Air 12 ini juga dikatakan mempunyai kemampuan mobilitas yang tinggi seperti halnya MacBook Air 11 inci. Meskipun begitu, MacBook ini juga akan mempunyai teknologi Retina dan hadir dengan layar beresolusi tinggi seperti yang dijumpai pada MacBook Pro 13 inci. Click 2 Tech.

Smartwatch Rufus Cuff Hadir dengan Desain Mirip Smartphone berLayar Sentuh 3 Inci

Smartwatch Rufus Cuff

Bisnis perangkat wearable saat ini terus berkembang, utamanya adalah smartwatch. Sebagian besar smartwatch yang ada di pasaran pun mempunyai tampilan yang tak jauh berbeda dengan sebuah jam tangan biasa. Namun hal yang berbeda dihadirkan oleh sebuah smartwatch bernama Rufus Cuff.

Rufus Cuff ini sejatinya adalah sebuah jam tangan pintar. Meskipun begitu, Rufus Cuff ini mempunyai kemampuan seperti yang dijumpai pada sebuah smartphone. Perangkat ini bisa digunakan untuk tracker fitness, browsing, mengirim pesan bahkan dapat dipakai untuk melakukan panggilan telepon.

Berbeda dengan sebuah jam tangan pintar, Rufus Cuff punya layar yang terbilang cukup besar, yakni 3 inci. Layar tersebut mempunyai resolusi 400 x 240 piksel dan memakai prosesor Texas Instrument ARM Cortex A8. Selanjutnya, terdapat memori internal 16GB, WiFI, Bluetooth, GPS, kamera depan, sensor gerakan, speaker, mikrooft serta mampu bergetar pada saat ada notifikasi masuk.

Perangkat ini menggunakan sistem operasi Android KitKat 4.4 dan bisa digunakan untuk mengakses Google Play Store. Untuk membangun perangkat ini, pihak produsen pun mengajak publik untuk berpartisipasi dan mendaftarkannya di situs crowdfunding Indiegogo. Mereka pun mematok target dana sebanyak 250 ribu USD. Jika tercapai, jam tangan ini akan dijual dengan harga 229 USD dan harga tersebut bakal meningkat menjadi 279 USD setelah terjual 250 unit pertama. Click 2 Tech.

Mengapa Wi-Fi di Pilih Untuk Konektivitas Internet di Massa

konektivitas wifi

Di New York dan kota dunia lainnya seperti pertama di Amerika Serikat ada upaya merombak sistem konektivitas internet untuk kepentingan publik lebih besar. Ini signifikan sampai semua rincian tentang itu dibahas dan dampak diperkirakan. Satu hal yang pertama adalah tidak upaya perusahaan tetapi diambil dari Kotamadya dan pasokan ini melalui Wi-Fi saja, tidak bergerak atau broadband konektivitas.

Ini adalah berita teknologi awal yang detail masih belum lengkap.Beberapa petunjuk untuk maksud meskipun dihitung. Mengapa adalah reaksi mendadak untuk menginstal Wi-Fi melalui sarana municipal? Yang pertama adalah biaya. Setiap perusahaan swasta akan mahal dan mereka akan hanya memilih tempat mana mereka memiliki kesempatan untuk pertumbuhan pendapatan dan pengguna. Beberapa tempat menyendiri secara alami akan ditolak konektivitas mereka dan ide menyediakan konektivitas untuk semua di semua tempat akan hilang. Lebih ini akan tidak lagi tetap gratis satu atau biaya lain akan dikenakan.

Masalah berikutnya adalah mengapa Wi-Fi? Hal ini penting karena gagal upaya sebelumnya hampir satu dekade yang lalu kita hanya; lalu mengapa mengambil upaya lagi ketika luka kegagalan jadi hari? WI-Fi memiliki beberapa manfaat penting hari ini. Pengenalan gadget baru untuk konektivitas selular telah melalui evolusi. Penggunaan data perangkat tersebut telah berkembang dengan pesat dan penggunaan proyeksi terhadap Perintah jumlah sambungan telah pergi untuk melemparkan. Alami yang ada hampir tidak ada bandwidth yang tersisa untuk ekspansi lebih lanjut saat ini. Wi-Fi sangat tepat sesuai kebutuhan alternatif.

Ajaran dapat kita pelajari dari kegagalan insiden sebelumnya menggunakan Wi-Fi untuk umum konektivitas. Pada waktu itu Wi-Fi adalah sebuah teknologi yang sangat baru dan kaku. Menggunakan bahwa untuk skala besar perusahaan itu salah, sangat sedikit orang yang cukup berpengalaman untuk menggunakannya dalam skala besar usaha komersial dan kegagalan adalah jelas. Hari ini dalam situasi berbeda. Ini adalah sangat umum tetapi hari teknologi hari ini, sehingga ada cukup informasi untuk mengatasi isu-isu komplikasi yang timbul.

Membuat ini terus menutup mungkin memiliki beberapa komplikasi masih. Saat bekerja di kemajuan dan pasukan orang memikirkan alternatif untuk konektivitas itu waktu bahwa orang-orang mulai mendapatkan digunakan untuk Wi-Fi. Ini tidak mungkin best bet tetapi dalam pekerjaan keuangan bingkai yang ada ini adalah bahkan tawaran yang lebih murah daripada menggunakan koneksi seluler dan memiliki potensi untuk lebih banyak data dan area cakupan. Itu masih dunia usaha pertama tetapi lebih dan lebih banyak negara dunia ketiga yang mengadopsi fasilitas. Dan inilah seputar berita teknologi dalam Click 2 Tech, semoga informasi in berguna bagi anda semua.

Sejarah Penamaan Tiap Versi Android

versi android

Google membeli sebuah perusahaan bernama Android pada Juli 2005. Perusahaan tersebut dipimpin oleh beberapa orang yang berpengalaman di dunia mobile.

Setelah pengakuisisian oleh Google, perusahaan tersebut menutup diri, kemudian rumor tersebar bahwa Google tengah mengembangkan ponsel.

Rumor tersebut akhirnya menjadi kenyataan pada November 2007. Google tiba-tiba mengumumkan saat itu bahwa mereka memang mengembangkan sebuah ponsel Google, dan juga sistem operasi mobile baru yang disebut Android.

Android didasarkan pada kernel Linux dan dirancang untuk digunakan oleh Open Handset Alliance yang terdiri dari sekelompok puluhan pembuat hardware, carrier dan perusahaan terkait perangkat mobile lainnya.

Android versi 1.0 1.1 (tanpa nama)

HTC produsen pertama yang menggunakan sistem operasi Android 1.0 pada HTC Dream (T-Mobile G1 dalam versi AS) pada Oktober 2008. Update Android versi 1.1 dirilis pada Februari 2009.

Android 1.5 Cupcake

Versi pertama dari sistem operasi Android yang benar-benar memamerkan kekuatan platformmiliknya adalah Android 1.5 Cupcake.

Konon Android 1.5 Cupcake ini seharusnya adalah versi 1.2, tetapi Google akhirnya memutuskan untuk membuat pembaharuan besar dan menghadirkan versi 1.5 dengan nama Cupcake.

Cupcake adalah kue kecil yang sangat populer di seluruh dunia saat ini yang dibuat dalam wadah berbentuk cetakan dan biasanya disajikan dengan frosting di atasnya.

Inilah awal dari penamaan versi Android dengan nama dessert atau makanan penutup.

Android 1.6 Donut

Android versi 1.6 Donut dirilis pada September 2009. Update versi ini memperbaiki bug OS yang sering reboot dengan fitur foto dan video dari kamera antarmuka dan integrasi pencarian yang lebih baik.

Versi ini juga menambahkan dukungan untuk ukuran layar yang lebih besar, dan diberi versi awal fitur navigasi turn-by-turn besutan Google.

Donat seperti diketahui adalah makanan atau kue dengan bentuk khas berupa lubang ditengah bentuk lingkarannya. Donat adalah kue yang populer dan turun temurun dikonsumsi di seluruh dunia.

Android 2.0 – 2.1 Eclair

Android 2.0 Eclair dirilis pada Oktober 2009, dengan bugfix versi 2.0.1 pada Desember 2009. Android 2.1 dirilis pada Januari 2010.

Fitur tambahan dalam Android versi ini adalah dukungan Bluetooth 2.1, flash dan kamera dengan digital zoommulti-touch, live wallpaper dan lainnya.

Eclair adalah makanan penutup yakni kue yang biasanya berbentuk persegi panjang yang dibuat dengan krim di tengah dan lapisan cokelat di atasnya.

Android 2.2 – 2.2.3 Froyo

Android 2.2 Froyo dirilis pada Mei 2010 dengan peningkatkan kecepatan dan pengadopsian Javascript dari browser Google Chrome dengan berbagai tambahan fitur lainnya.

Froyo adalah kependekan dari Frozen Yoghurt. Frozen Yoghurt adalah yoghurt yang telah mengalami proses pendinginan, sehingga secara terlihat sama seperti es krim.

Android 2.3 – 2.4 Gingerbread

Android 2.3 Gingerbread dirilis secara resmi pada Desember 2010. Pada 7 Desember 2010, Google secara resmi mengumumkan smartphone Nexus S yang dibuat oleh Samsung yang menjadi smartphone pertama dengan Android versi ini.

Gingerbread memiliki tambahan fitur dukungan untuk SIP internet calling, kemampuan nirkabel NFC, dukungan untuk lebih dari satu kamera, dukungan untuk sensor giroskop dan sensor lainnya, fitur download manager, sejumlah tweak untuk penggunaan di Tablet, dan lainnya.

Gingerbread pada dasarnya adalah kue jahe atau cookie dengan rasa khas jahe. Kue ini sering dibuat untuk merayakan liburan akhir tahun di AS dan dibuat seperti bentuk manusia.

Android 3.0 – 3.2 Honeycomb

Honeycomb dirilis pada Februari 2011, kemudian disusul dengan cepat pada versi 3.1 dan 3.2. Android versi ini khusus dan benar-benar dioptimalkan untuk tablet.

Honeycomb adalah sereal manis yang populer sejak tahun 1965, berupa sereal jagung dengan rasa madu yang berbentuk sarang lebah.

Android 4.0 Ice Cream Sandwich

Ice Cream Sandwich adalah versi terbaru Android untuk smartphone, tablet, dan lainnya. Ice Cream Sandwich dirilis pada 19 October 2011.

Versi ini didasarkan untuk mengoptimalkan multitasking, banyak notifikasi, layar beranda yang dapat disesuaikan, dan interaktivitas mendalam serta cara baru yang ampuh untuk berkomunikasi dan berbagi konten.

Ice Cream Sandwich adalah lapisan es krim yang biasanya berupa vanila yang terjepit antara dua cookies coklat, dan biasanya berbentuk persegi panjang.

Android 4.1 – 4.2 Jelly Bean

Android 4.1 Jelly Bean diumumkan pada 27 Juni 2012 pada konferensi Google l/O. Versi ini adalah yang tercepat dan terhalus dari semua versi Android.

Jelly Bean 4.1 meningkatkan kemudahan dan keindahan tampilan dari Ice Cream Sandwich dan memperkenalkan pengalaman pencarian Google yang baru di Android.

Android 4.2 Jelly Bean diumumkan pada 29 October 2012, versi ini menawarkan peningkatkan kecepatan dan kemudahan Android 4.1 serta mencakup semua fitur baru seperti Photo Sphere dan desain baru aplikasi kamera, keyboard Gesture Typing, Google Now dan lainnya. Yang telah di gunakan oleh produk-produk smartphone di dunia.

Jelly Bean adalah sejenis permen yang juga populer disebut kacang jeli.

Android 4.3?

Rumor terbaru menyebutkan bahwa Google bakal terlebih dahulu menghadirkan versi Android 4.3 sebelum 5.0.

Hingga kini belum dapat dipastikan apakah 4.3 akan tetap dinamakan Jelly Bean ataukah justru bakal menggunakan nama Key Lime Pie yang sebelumnya dikabarkan akan digunakan di versi 5.0.

Santer dikabarkan perangkat pertama yang akan menggunakannya adalah phabletSamsungGalaxy Note 3.

Android 5.0 Key Lime Pie

Belum banyak informasi yang dapat didapat tentang Key Lime Pie. Santer dikabarkan akan diluncurkan pada konferensi Google l/O tahun ini, Key Lime ternyata masih berupa desas-desus semata.

Perkembangan terakhir menyebutkan Key Lime Pie akan memiliki fitur Bluetooth Smart, sebuah fitur Bluetooth yang lebih hemat pemakaian baterai.

Key Lime Pie adalah makanan penutup khas Amerika yang terbuat dari jus jeruk nipis, kuning telur dan susu kental dalam pie crust manis.

Fakta penamaan Android

Untuk merayakan tiap rilis versi baru dari Android, patung raksasa dari bentuk makanan penutup yang sesuai dengan nama tiap versinya selalu dibuat di halaman depan Google Campus untuk dipamerkan.

Selain itu, coba Anda perhatikan huruf pertama dari tiap penamaan versi Android yang berurutan sesuai abjad, yakni C,D,E,F,G,H,I,J,K.

Ini menyugestikan dua hal yang tidak terungkap sebelumnya. Pertama, Android 1.0 dan 1.1 diduga seharusnya memiliki nama yang diawali huruf A dan B sebelum 1.5 yang dinamai dari huruf C, Cupcake.

Kedua, setelah Key Lime Pie, dipastikan penamaan Android akan dimulai dengan huruf L. Beberapa makanan penutup yang menggunakan huruf L dan cukup populer di AS adalah Lemon Marange Pie, Lemon Cheesecake, atau Lollipop. Inilah pengetahuan click 2 tech.